Tekno  

Presiden Jokowi-Presiden FIFA Bertemu Hari Ini di Jakarta |Republika Online

Ia yakin FIFA akan meminta Indonesia memperbaiki infrastruktur stadion.

Ia yakin FIFA akan meminta Indonesia memperbaiki infrastruktur stadion.

“Menurut saya, salah satu alasan FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia terkait Tragedi Kanjuruhan adalah karena FIFA melihat Indonesia serius menanggapi situasi ini. Indonesia sepertinya serius melakukan perbaikan dan ini ditunjukkan langsung oleh Presiden. (Jokowi),” kata Kusnaeni kepada Republika, Senin (17/10/2022).

Baca juga Pria yang akrab disapa Bung Kus ini memprediksi beberapa poin penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, kata dia, adalah masalah infrastruktur. Ia yakin FIFA akan meminta Indonesia memperbaiki infrastruktur stadion agar lebih aman dan nyaman menggelar pertandingan sepak bola. Karena standar stadion FIFA cukup ketat.

Baca lebih banyak:
Republika.co.id »

Sambo marah saat mengetahui CCTV Duren Tiga sudah diserahkan ke Polres Jakarta Selatan

Jaksa Penuntut Umum mengungkapkan Ferdy Sambo marah ketika mengetahui CCTV Duren Tiga diserahkan oleh bawahannya Baca Selengkapnya >>

Agenda Perbaiki Sepak Bola Indonesia: Besok Presiden FIFA Temui JokowiPresiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan datang ke Indonesia, Selasa (18/10/2022). Dia akan bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membahas Tragedi Kanjuruhan.

TGIPF Desak Ketua PSSI Mundur, Menpora: Kami Tidak Akan IntervensiMenteri Pemuda dan Olahraga mengatakan, Indonesia pernah mengalami sanksi FIFA ketika pemerintah mencoba mengintervensi PSSI.

Koreksi FIFA untuk Stadion Penyelenggara Piala Dunia U20 2023 Hanya Satu: Kualitas Rumput Harus DitingkatkanWalikota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa di Stadion GBT ada satu masalah lain yang dicatat FIFA tentang tangga.

Kilas Balik Sanksi FIFA untuk Timnas Indonesia 2015: Akibat Konflik PSSI vs Menpora – Bola.netBadan sepak bola dunia, FIFA, menjatuhkan sanksi kepada Timnas Indonesia pada 2015. Sanksi tersebut merupakan buntut dari konflik antara PSSI dan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Piala Dunia U-20: Ini Rekor Minor Stadion GBT di Mata FIFAMenpora Zainudin Amali mengatakan ada catatan kecil dari FIFA untuk Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) di Surabaya yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2023.

REPUBLIKA. ‘Tragedi TGIPF Kanjuruhan Jangan Buru-buru Bubar’ Pembentukan Satgas Transformasi ini untuk membenahi persoalan akut sepak bola Indonesia. Seluruh Panitia Pelaksana diminta mengundurkan diri. Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (15/10/2022) siang.

CO.ID, JAKARTA — Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang akan digelar hari ini, Selasa (18/10/2022), merupakan momen penting bagi Indonesia. Semua agenda ini berawal dari korespondensi Jokowi ke FIFA. Utamanya, untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan penyelenggaraan sepakbola di tanah air. “Kami tidak akan masuk (intervensi), arahan Presiden sangat jelas, nanti dia akan bertemu dengan Presiden FIFA, dia akan membahas berbagai hal,” kata Zainudin saat konferensi pers di Stadion GBT, Sabtu (15/15). 10/2022) malam. “Menurut saya, salah satu alasan FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia terkait Tragedi Kanjuruhan adalah karena FIFA melihat Indonesia serius menanggapi situasi ini. Keinginan Jokowi mendapat dukungan penuh dari FIFA. Indonesia terlihat serius melakukan perbaikan dan perbaikan. Ini sudah ditunjukkan langsung oleh Presiden (Jokowi),” kata Kusnaeni kepada Republika, Senin (17/10/2022). KOMPAS.

Baca juga Pria yang akrab disapa Bung Kus ini memprediksi beberapa poin penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Baca juga: Hasil Investigasi TGIPF Jadi Bekal Jokowi untuk Pertemuan Presiden FIFA Jauh sebelum itu, perwakilan FIFA dan AFC sudah lebih dulu datang ke Indonesia. “Tapi sekali lagi, pemerintah tidak akan campur tangan. Pertama, katanya, masalah infrastruktur. Dia yakin FIFA akan meminta Indonesia memperbaiki infrastruktur stadion agar lebih aman dan nyaman menggelar pertandingan sepak bola. Koordinator Proyek Pengembangan FIFA, Niko Nhouvannasak, telah terlihat hilir mudik di GBK Arena. Karena standar stadion FIFA cukup ketat. Apalagi semua hal yang berhubungan langsung dengan sepak bola, akan menjadi urusan PSSI dan federasi di atasnya yaitu FIFA. Selanjutnya pembenahan Namun, tangga yang dimaksud yang satu ini berada di dekat tribun penonton, yang lainnya sudah baik-baik saja.

Menurut dia, FIFA akan memerintahkan AFC untuk membantu Indonesia memperbaiki tata kelola sepakbola, mulai dari kompetisi hingga timnas. Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan atau mengupgrade sumber daya manusia (SDM). Jadi, jika rekomendasi yang dikeluarkan TGIPF tidak dilaksanakan, itu menjadi hak PSSI. Seperti penyelenggara pertandingan, petugas keamanan, kesehatan dan lain sebagainya. “Itulah unsur-unsur dalam pertandingan yang menentukan sukses tidaknya pertandingan. Jadi FIFA akan mendorong Indonesia untuk memperbaikinya,” kata Bung Kus. Semuanya standar.

Menurut Kus, pertemuan FIFA dengan Presiden Jokowi untuk menunjukkan bahwa mereka mendukung upaya memajukan sepakbola Indonesia. Untuk pelaksanaannya nanti, menurut dia, FIFA akan memerintahkan AFC untuk memberikan bantuan kepada PSSI selaku otoritas sepak bola Indonesia. “FIFA pasti akan melibatkan PSSI karena yang dilihat FIFA dari Indonesia adalah PSSI. FIFA akan melihat PSSI yang sekarang menjadi pengurus legal. Dan mereka akan melibatkan PSSI bersama AFC untuk melakukan transformasi yang diinginkan presiden (Jokowi).” kata Kus.

Sementara itu, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mempertanyakan pembentukan Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia (Satgas) PSSI yang melibatkan FIFA, AFC, perwakilan beberapa kementerian dan kepolisian. Akmal mempertanyakan validitas Satgas tersebut. Sebelumnya, PSSI, FIFA, AFC dan perwakilan pemerintah menggelar pertemuan di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10). Dari pertemuan itu disepakati pembentukan Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia beserta timeline dan action plan ke depan, termasuk rencana re-launching Liga 1 pada akhir November. “Saya juga bingung kok tiba-tiba ada pembentukan Satgas, kapan FIFA mengeluarkan rekomendasi.

FIFA baru mau ketemu Presiden (Jokowi), belum ketemu Presiden, bagaimana FIFA mengeluarkan rekomendasi,” kata Akmal saat dihubungi Republika, Senin (17/10/2022). Save Our Soccer (SoS), kata Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia yang sudah terbentuk adalah versi PSSI. Ia juga mempertanyakan legitimasinya. Menurutnya, pembentukan Satgas PSSI versi PSSI sama sekali tidak jelas. Pasalnya, PSSI membentuk Satgas namun belum diketahui siapa yang mengetuainya, beserta anggotanya.

“Saya mau tanya, siapa ketua tim Satgas Transformasi yang dibentuk kemarin? Dia juga mengatakan anggotanya lengkap, ada yang dari FIFA, AFC, Kemenpora, dll, tapi nama-nama orangnya tidak ada. .Jadi ini gaya PSSI saja, pemerintah belum melakukan apa-apa,” kata Akmal. Presiden Jokowi baru akan bertemu dengan Guanni pada Selasa (18/10/2022) untuk melakukan pembahasan lebih lanjut. Jadi, kata Akmal, bagaimana Satgas Transformasi bisa terbentuk, dan jika pembentukan Tim Transformasi itu sesuai dengan maksud Presiden Jokowi, seharusnya ada struktur yang jelas dalam keanggotaan tim. Sedangkan PSSI dalam pembentukan Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia beberapa waktu lalu tidak menyebutkan hal tersebut.

“Kalau Presiden membentuk Tim Transformasi, harus ada pemimpinnya. Ini baru gerakan PSSI, ini jelas salah. PSSI lebih baik menyampaikan apa solusi masalah sepakbola kita,” ujarnya. BACA JUGA: Ikuti Analisis Berita Analisis Berita Perspektif Isu Terbaru Republika.co.

id, Klik Di Sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.