Tekno  

Qatar Vs Senegal, Semangat Tuan Rumah Perbaiki Wajah


Merah: Gilang Akbar Prambadi


 Tim Senegal berpose untuk foto tim sebelum Piala Dunia, pertandingan sepak bola Grup A antara Senegal dan Belanda di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.

Foto AP/Foto Petr David Josek

Tim Senegal berpose untuk foto tim sebelum Piala Dunia, pertandingan sepak bola Grup A antara Senegal dan Belanda di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.

Qatar harus jeli menghadapi Senegal.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Tuan rumah Qatar mengetahui fakta bahwa pertandingan melawan Senegal ini adalah pertandingan hidup dan mati dan melibatkan takdir, bahkan reputasi di Teluk dan dunia Arab.


Mereka semakin gugup setelah sekutu sekaligus rival mereka di Teluk Arab, yakni Arab Saudi, melakukan lompatan untuk menyingkirkan juara dunia dua kali Argentina tiga hari lalu.


Apakah kemenangan Saudi akan menjadi pendorong hadirnya energi lebih saat menghadapi Senegal nanti, atau justru membuat Qatar semakin was-was, masih akan terlihat pada laga melawan Senegal di Stadion Al Thumama nanti.


Yang pasti, kekalahan akan membuat mereka tersingkir lebih awal dari Piala Dunia termahal sepanjang masa dan yang paling penuh dengan masalah di luar sepak bola. Dan skenario ini sangat tidak baik bagi para penguasa Qatar.


Kekalahan di Stadion Al Thumama akan memastikan juara Asia itu menjadi tuan rumah Piala Dunia kedua yang gagal melewati putaran pertama setelah Afrika Selatan pada 2010.


Qatar pun harus mencontoh apa yang dilakukan Saudi ketika puluhan ribu suporternya terus memberikan dukungan, ketika banyak penonton Qatar malah hengkang ketika tim mereka ditaklukkan Ekuador jauh sebelum pertandingan usai.


Pelatih Felix Sanchez sendiri menjanjikan tim yang lebih “efektif dan kompetitif” saat menghadapi Senegal nanti. Mau tidak mau mereka harus mencetak gol lebih dulu, untuk membuat suporternya bertahan hingga akhir.


Namun Qatar juga harus merombak pertahanannya yang terlihat lemah melawan Ekuador. Bisa juga diberikan tambahan semangat dan taktik yang tepat bahkan kiper debutan Saad Alsheeb pun bisa menyuguhkan performa yang lebih baik dari laga pertama.


Masalahnya, Senegal juga berada dalam situasi yang sama. Juara Afrika dua kali, yang menyisihkan superstar Mesir Mohammed Salah di final Piala Afrika dan playoff kualifikasi zona Afrika, harus mengalahkan Qatar untuk memenuhi harapan mencapai babak sistem gugur Piala Dunia lagi.


Melawan Belanda, Senegal tidak terlalu buruk. Mereka bahkan kebobolan di menit-menit terakhir. Penjaga gawang terbaik dunia, Edouard Mendy, menjadi pemain yang paling disalahkan atas kekalahan tersebut.


Meski begitu, Mendy akan tetap berada di starting line-up Senegal melawan Qatar.


Di sisi lain, pelatih Aliou Cisse harus berpikir keras siapa starter yang tepat untuk menggantikan gelandang Cheikhou Kouyate dan bek Abdou Diallo yang sama-sama cedera.


Cisse juga dapat mengubah personel lini depannya dengan memasukkan Bamba Dieng ke dalam first eleven Senegal.


“Sepak bola adalah tentang efisiensi, ketika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak bisa menang,” kata Cisse.


Cisse juga harus bisa mengembalikan ketajaman timnya seperti Sadio Mane yang masih ada. Mane dikeluarkan dari skuat karena cedera, dan sejauh ini Senegal menunjukkan tanda-tanda tidak menemukan pengganti yang tepat untuk Mane.


Ini harus jadi prioritas utama Cisse karena jelas absennya Mane membuat unsur teror di skuat Senegal agak hilang sehingga Belanda bisa leluasa menekan mereka.

senegal

qatar vs senegal

piala dunia 2022

jadwal piala dunia 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.