Tekno  

Rekam Jejak Abdul Haris, PSSI Komdis Hukum Seumur Hidup Panpel Arema FC

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada Ketua Panitia Penyelenggara atau Panpel Arema FC, Abdul Haris pada 4 Oktober 2022. Sanksi tersebut menyatakan Haris tidak boleh melakukan aktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup pada 4 Oktober. 2022.

Menurut Ketua Umum Komdis PSSI Erwin Tobing, dia menilai Haris gagal memberikan ruang aman dan nyaman bagi penonton dalam menyelenggarakan pertandingan besar. Salah satu kegagalannya adalah tidak mampu mengantisipasi masuknya suporter ke dalam lapangan.

“Ada banyak kelemahan dari Panpel, seperti pintu masuk tidak dibuka, pintu besar juga tidak dibuka, lorong masuk gelap. Ditemukan juga banyak botol minuman keras, hingga 42 botol belum diminum di stadion. Harusnya ada pencarian,” kata Erwin.

Menurutnya, panitia penyelenggara sudah terlalu sering menjalankan tugasnya di laga kandang Arema FC sehingga mereka menganggap pekerjaannya sebagai rutinitas biasa. Akibatnya, kewaspadaan Panpel dalam menjalankan tugasnya berkurang.

“Dia (Abdul Harris) rutin, dia sudah lama menjadi ketua Panpel jadi dia tidak waspada. Dia harus selalu memeriksa pintu besar itu harus bisa dibuka jika terjadi sesuatu. Tidak bisa dibuka,” ujarnya. Dengan begitu, publik tentu akan bertanya-tanya tentang rekam jejak Abdul Haris yang sudah lama menjabat sebagai Ketua Panpel Arema.

Baca: Panpel Arema FC Dihukum Seumur Hidup, Ada 42 Botol Alkohol Ditemukan dalam Tragedi Kanjuruhan

Profil Abdul Haris

Abdul Haris, menurut berbagai sumber, sudah lama memimpin berbagai pertandingan. Pada tahun 2015, ia juga menjadi salah satu orang yang turut andil dalam persiapan pertandingan Piala Sudirman 2015. Presiden Jokowi saat itu menghadiri pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kemudian di halaman dispora.malangkab.go.idIa juga tercatat menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang tahun 2018. Kemudian ia juga menjadi satpam saat Arema berlaga di Piala Presiden 2019 lalu.

Misalnya, saat pertandingan final, dia sempat melakukan imbauan agar kendaraan bermotor berplat nomor di Surabaya dan sekitarnya tidak mendekati area pertandingan. Selain itu, ia juga turut mengamankan peristiwa pemukulan terhadap penonton yang diduga suporter PSS Sleman di sejumlah tribun di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Melanjutkan di masa pandemi Covid-19 tahun 2020, Haris bertanggung jawab menyiapkan protokol kesehatan dalam lanjutan kompetisi musim ini yang digelar tanpa penonton. Masih di tahun yang sama, ia juga berkontribusi pada pertandingan Piala Gubernur Jawa Timur 2020.

Pada tahun 2021, terjadi insiden ketidaknyamanan tim Persib Bandung yang diteror oleh suporter Arema FC. Menanggapi hal ini, ia maju untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung terkait insiden tersebut.

Namun, saat ini Abdul Haris telah diberikan sanksi sebagai panitia karena tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup. Hal ini dikarenakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan sebagai bentuk kelalaian yang turut menyebabkan hilangnya ratusan nyawa dalam peristiwa Tragedi Kanjuruhan.

FATHUR RACHMAN

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Presiden Jokowi ke Malang untuk Bagi Santunan Korban Hari Ini

Selalu update informasi terbaru. Tonton berita terkini dan berita pilihan dari Tempo.co di saluran Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate bergabung. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.