Tekno  

Rumput Manila; Terasa Sempurna untuk Lapangan Bola

RADAR BANYUWANGI – Rumput Manila adalah rumput daun kecil dan padat. Rumput ini tumbuh subur di pasir, tanah gembur, tanah padat, atau bahkan tanah keras.

Rumput manila adalah sebutan untuk Zoysia matrella dari kelompok zoysia. Asal muasal rumput ini berasal dari Asia Tenggara dan tersebar luas hingga ke Indonesia. Terutama tumbuh di daerah pesisir selatan di Malang, Jawa Timur.

Ciri-ciri rumput ini berwarna hijau tua. Jika ditanam di tempat yang panas dan kekurangan air, warna daunnya bisa berubah menjadi hijau muda. Rumput manila memiliki akar kuat yang mengikat tanah dengan cukup baik.

Rerumputan ini dapat membantu menghalau rumput liar atau rumput liar dari pekarangan. Karena sifatnya yang kuat disegala medan serta tahan beban berat dan minim air, rumput manila banyak digunakan untuk penghias lapangan sepak bola dan lapangan golf.

“Rumput manila juga bisa ditanam di lahan miring seperti pinggir jalan tol atau lahan dengan kontur miring. Jika dirawat dengan baik dan benar, rumput manila bisa bertahan sangat lama,” ujar Ahmad Zulfi, pedagang tanaman hias asal Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.

Tak heran jika rumput ini juga banyak ditanam di lapangan sepak bola. Bahkan, Stadion Utama Gelora Bung Karno juga ditanami rumput Matrela Zoya ini. Dalam dunia sepak bola, rumput manila dijadikan oleh FIFA sebagai standar rumput stadion sepak bola bertaraf internasional.

FIFA sebagai induk tertinggi sepak bola dunia tentu bukan tanpa alasan menjadikan rumput manila sebagai ratu rumput. Sejumlah aspek pendukung membuat FIFA merekomendasikan rumput tersebut. Stadion terkemuka dunia diketahui menggunakan rumput jenis ini.

Matrela Zoya atau yang biasa dikenal dengan rumput manila merupakan jenis rumput yang tumbuh dan berkembang di wilayah Asia. Dikutip dari beberapa jurnal ilmiah botani, rumput manila memiliki ciri-ciri daun yang tajam, warna hijau tua, dan kekakuan yang rapat. Dilengkapi dengan akar yang kuat, rumput jenis ini aman jika bersentuhan langsung dengan kumparan sepatu bola.

Rumput manila biasanya ditanam menggunakan media pasir dan juga memiliki tingkat kekenyalan yang sangat baik. Dengan demikian aliran bola menggelinding dengan sempurna tanpa mengurangi kecepatannya karena tekstur akarnya sangat kuat.

Rumput manila ini bisa dikatakan rumput manja karena harus disiram setiap hari sekali ditambah pupuk tambahan. Rumput juga harus dipangkas minimal dua minggu sekali dan disarankan hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola.

Perawatan yang tidak bisa disebut sederhana sebanding dengan harga rumput. Di pasar, rumput Matrela Zoya dengan harga Rp 90.000 per meter persegi. “Kalau dipotong pakai mesin potong hasilnya lebih rata dan bagus,” kata Zulfi. (ayah/teluk/c1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.