Tekno  

Sekilas Bus Listrik Merah Putih Diluncurkan Mendikbud dan Menhub di Bali – Digital

Tengok saja Bus Listrik Merah Putih yang Diluncurkan Mendikbud dan Menhub di Bali

Bus Listrik Merah Putih (Kemendikbudristek)

Analisadaily.com, Nusa Dua – Kolaborasi perguruan tinggi dan industri kini semakin kuat dengan adanya platform Kedaireka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian dari Kampus Merdeka Belajar Merdeka.

Salah satu pemanfaatan anjungan Kedaireka adalah Bus Listrik Merah Putih (BliMP) yang merupakan kendaraan listrik inisiatif bersama antara Kemendikbud dan PT. Railway Industry (INKA) yang akan digunakan untuk kendaraan operasional pada KTT G20 di Bali. Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kerjasama penelitian antar perguruan tinggi. “BliMP dirancang oleh anak bangsa (Indonesia) dan menggunakan komponen utama hasil penelitian dan pengembangan yang telah dikuasai oleh Indonesia,” ujar Menteri Nadiem saat mengapresiasi Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, dalam keterangan yang diperoleh Selasa (15/11). “Sejak pertama kali Presiden Joko Widodo menerima kepresidenan G20, saya yakin ini adalah salah satu momentum terbaik bagi Indonesia untuk menunjukkan keunggulan bangsa kita di berbagai bidang. Termasuk salah satunya adalah bidang pendidikan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah telah berkolaborasi dan menghasilkan karya yang membanggakan ini,” kata Mendikbud, Minggu (13/11) di Nusa Dua, Bali. Senada dengan Mendikbud, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang juga meluncurkan Bus Listrik Merah Putih mengungkapkan rasa bangganya. “Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung penuh pembuatan Bus Listrik Merah Putih yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbudritek),” kata Menhub. “Kita patut berbangga, pengembangan riset dan inovasi kendaraan listrik di lingkungan perguruan tinggi merupakan salah satu implementasi amanat Presiden Republik Indonesia dalam merencanakan dan mengembangkan kendaraan listrik secara terpadu dan terpadu,” ujarnya. dijelaskan. Lebih lanjut Menhub menyampaikan bahwa dengan adanya BliMP, “Kemendikbud telah memberikan kontribusi dan langkah nyata dalam penguatan dan pengembangan ekosistem riset dan inovasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” ujar Menhub. Angkutan. Perancangan BliMP melibatkan Braja Elektrik Motor sebagai startup di bidang electric drivetrain, Ultima ITS Automotive Design di bidang battery pack, dan NSAD UI di bidang Vehicle Control Unit. Penyediaan kendaraan listrik pada G20, kata Menhub, merupakan bukti bahwa Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan transisi energi berkelanjutan yang menjadi salah satu isu prioritas pada KTT G20 dan selama ini telah berjalan optimal. Selain itu, melalui Bus Listrik Merah Putih ini akan menumbuhkan industri, lapangan kerja, dan menumbuhkan kemandirian bangsa. Kolaborasi yang berhasil antara kementerian, industri, dan universitas menjadi perhatian khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Dengan terus mempererat kerjasama, saya yakin manfaat Bus Listrik Merah Putih dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Kehadiran Bus Listrik Merah Putih juga menjadi bukti nyata bahwa Kedaireka telah mengakselerasi perkembangan startup di bidang teknologi hard engineering,” pungkas Menteri Nadiem. Sebanyak 30 unit Bus Listrik Merah Putih akan digunakan selama KTT G20 di Bali, dan perkiraan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bus listrik ini sebesar 75 persen.
Peran Penting Platform Kedaireka dan Program Magang dan Studi Mandiri Bersertifikat
Melalui terobosan Merdeka Learning Kampus Merdeka, termasuk platform Kedaireka, kini sekat-sekat yang sebelumnya memisahkan perguruan tinggi dengan industri, khususnya dalam riset dan kreasi inovasi, mulai terurai. Pada kesempatan yang sama, Menteri Nadiem menyampaikan optimismenya bahwa Kedaireka dapat mengakselerasi transformasi pendidikan di Indonesia sebagai negara berbasis riset dan inovasi dengan para insinyur muda yang berbakat dan siap berkontribusi. “Dengan kerjasama yang semakin baik ini, saya percaya Kedaireka dapat menumbuhkan pusat inovasi teknologi di Indonesia yang tidak hanya mempromosikan kebaruan, tetapi juga berkontribusi pada upaya bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” lanjutnya. Selama tahun 2021 hingga pertengahan tahun 2022, Kemendikbud menerima lebih dari 6.500 proposal dan memberikan dukungan dana setara hingga Rp13 triliun. Pengembangan BLiMP juga melibatkan sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Certified Independent Study and Internship Program (MSIB). Program ini juga merupakan salah satu program unggulan Kampus Merdeka Belajar Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(REL/RZD)

Leave a Reply

Your email address will not be published.