Tekno  

Sembilan Orang Dijadikan Tersangka

JAYAPURA – Usai melakukan gelar perkara, penyidik ​​dari Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota akhirnya menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus pengibaran bendera Bintang Kejora dan penyerangan aparat keamanan yang terjadi di kampus Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura pada Kamis (10/11) pekan lalu.

Dari aksi tersebut, polisi mengamankan 15 orang yang melakukan aksi di kampus tanpa izin pihak kampus. “Hasil penyelidikan kami selama 1×24 jam, kami menetapkan 9 orang sebagai tersangka, sedangkan 6 lainnya kami pulangkan,” kata Kapolres Jayapura Kota Kombes Pol. Victor D. Mackbon kepada wartawan, Senin (14/11) sore.

Dari sembilan tersangka, tiga orang dijerat Pasal 106 KUHP tentang makar, yakni YE (20), AF (22) dan DT (25). Sedangkan enam lainnya yakni RN (23), DW (19), MW (23), AH (19), TM (21) dan NM (23) dijerat Pasal 212 KUHP karena alat bukti yang cukup. melakukan pelanggaran dan mengancam petugas dengan kekerasan. Kapolres KBP Victor Mackbon mengatakan, dari sembilan tersangka tersebut, hanya lima yang merupakan mahasiswa USTJ, sedangkan empat lainnya bukan.

Ini membuktikan bahwa pihak luar sering memanfaatkannya di kampus untuk mendorong isu-isu yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Kampus seringkali dijadikan tameng bagi pelaku untuk kemudian membenarkan suatu perbuatan yang seharusnya dianggap sebagai perbuatan melawan hukum. “Dapat kami pastikan ketiga tersangka makar tersebut bukan mahasiswa USTJ, melainkan pelaku dari luar yang menyelinap masuk ke dalam kampus,” terangnya.

Sementara itu, status atau latar belakang pelakunya masih didalami, dari kelompok mana dan untuk tujuan apa kegiatan tanpa izin itu dilakukan, yang jelas dari hasil penyidikan penyidik ​​menyatakan cukup bukti untuk disebut sebagai pelaku. tersangka,” kata Kapolresta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Jayapura menangkap 15 orang yang diduga mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura karena mengibarkan bendera Bintang Kejora di kampus melalui anjungan tanpa izin dari kampus, Kamis (10/11) lalu. menangkap mereka. (ade/oel/wen)

JAYAPURA – Usai melakukan gelar perkara, penyidik ​​dari Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota akhirnya menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus pengibaran bendera Bintang Kejora dan penyerangan aparat keamanan yang terjadi di kampus Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura pada Kamis (10/11) pekan lalu.

Dari aksi tersebut, polisi mengamankan 15 orang yang melakukan aksi di kampus tanpa izin pihak kampus. “Hasil penyelidikan kami selama 1×24 jam, kami menetapkan 9 orang sebagai tersangka, sedangkan 6 lainnya kami pulangkan,” kata Kapolres Jayapura Kota Kombes Pol. Victor D. Mackbon kepada wartawan, Senin (14/11) sore.

Dari sembilan tersangka, tiga orang dijerat Pasal 106 KUHP tentang makar, yakni YE (20), AF (22) dan DT (25). Sedangkan enam lainnya yakni RN (23), DW (19), MW (23), AH (19), TM (21) dan NM (23) dijerat Pasal 212 KUHP karena alat bukti yang cukup. melakukan pelanggaran dan mengancam petugas dengan kekerasan. Kapolres KBP Victor Mackbon mengatakan, dari sembilan tersangka tersebut, hanya lima yang merupakan mahasiswa USTJ, sedangkan empat lainnya bukan.

Ini membuktikan bahwa pihak luar sering memanfaatkannya di kampus untuk mendorong isu-isu yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Kampus seringkali dijadikan tameng bagi pelaku untuk kemudian membenarkan suatu perbuatan yang seharusnya dianggap sebagai perbuatan melawan hukum. “Dapat kami pastikan ketiga tersangka makar tersebut bukan mahasiswa USTJ, melainkan pelaku dari luar yang menyelinap masuk ke dalam kampus,” terangnya.

Sementara itu, status atau latar belakang pelakunya masih didalami, dari kelompok mana dan untuk tujuan apa kegiatan tanpa izin itu dilakukan, yang jelas dari hasil penyidikan penyidik ​​menyatakan cukup bukti untuk disebut sebagai pelaku. tersangka,” kata Kapolresta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Jayapura menangkap 15 orang yang diduga mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura karena mengibarkan bendera Bintang Kejora di kampus melalui anjungan tanpa izin dari kampus, Kamis (10/11) lalu. menangkap mereka. (ade/oel/wen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.