Tekno  

Siswa di Bali mulai menggunakan kacamata Virtual Reality untuk belajar

Denpasar (ANTARA) – Siswa SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, kini mulai menggunakan teknologi kacamata Virtual Reality (VR) untuk proses pembelajaran, setelah sebelumnya mendapat fasilitas dari Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Berawal dari pelatihan-pelatihan, kebetulan penerapan teknologi diterapkan dalam proses pembelajaran. Jadi kementerian memanggil lima guru, setelah proses berlangsung, dari sekian banyak sekolah yang kami kunjungi bersama SMKN 1 Denpasar dan diberikan kacamata sebagai hadiah,” ujar Kepala SMAN 4 Denpasar I Made Sudan.

Di Denpasar, Selasa, Sudana mengungkapkan rasa senangnya atas penyediaan teknologi imersif, sebagai salah satu sekolah mengemudi di Bali, ia menyatakan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Jika kita tidak mengikuti perkembangan, kita akan digerus oleh teknologi. Misalnya laptop, kita sudah menerapkannya sejak era Kurikulum 13, ditambah lagi SMAN 4 Denpasar adalah sekolah mengemudi, dimana penekanannya adalah sekolah mengemudi menjadi katalis untuk sekolah lain, berbasis teknologi,” katanya.

Saat ini salah satu sekolah favorit di Kota Denpasar telah mengantongi 10 buah kacamata Virtual Reality yang digunakan secara bergilir untuk seluruh siswa dengan menggunakan metode belajar kelompok.

Baca juga: Pemerintah Bali Sediakan 1.834 WiFi Gratis Untuk Mendukung WFH Selama KTT G20

Guru fisika SMAN 4 Denpasar Dewa Made Yuda Andika yang juga mengarahkan penggunaan kacamata Virtual Reality ini mengaku tidak kesulitan dengan hal tersebut.

Siswa dalam satu kelas akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, yang pada gilirannya akan mengalami lingkungan yang tidak nyata dalam kacamata VR yang terhubung dengan smartphone berbasis android masing-masing.

“Mengenai kendala tidak terlalu, karena digunakan dengan basis seluler (berbasis seluler). Kita bisa menggunakan smartphone anak-anak, karena jika kita perhatikan lebih dekat, kebanyakan dari mereka sudah memiliki smartphone berbasis android,” kata Yuda.

Untuk penggunaan, kacamata Virtual Reality terhubung ke aplikasi Millea Lab. Pada aplikasi terdapat pilihan untuk masuk sebagai pembuat yang dapat diakses guru menggunakan laptop, dan pengguna yang dapat diakses oleh siswa menggunakan smartphone yang kemudian dipasang di depan kacamata VR.

“Dengan VR, kami menghadirkan lingkungan virtual tempat anak-anak masuk. Kami menciptakan lingkungan seperti luar angkasa, kami membuat mereka merasa seolah-olah telah memasuki luar angkasa,” kata Yuda menjelaskan isi dalam kacamata.

Yuda juga mengatakan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk semua subjek yang memungkinkan adegan dibuat di layar virtual.

Baca juga: Disdikpora Bali: Sekolah Siap Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Selama G20

Sejauh ini, sebanyak lima guru SMAN 4 Denpasar yang diangkat dalam pelatihan Kemenkominfo masing-masing membuat satu adegan pembelajaran untuk siswa.

Jumlah yang sedikit dikatakan menjadi salah satu kendala yaitu sulitnya para guru dalam membuat adegan meskipun teknologi Millea Lab membantu.

Yuda Andika menuturkan, dirinya sendiri sudah membuat tiga adegan yang prosesnya sudah berlangsung sejak 2019. Jauh sebelum adanya pemberian VR dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dirinya sudah menguasai teknologi dengan bergabung dalam komunitas VR Warrior.

Sejak saat itu, kacamata canggih ini diperkenalkan kepada siswa SMAN 4 Denpasar, namun terbatas pada alat yang dimiliki Yuda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.