Tekno  

Sorotan Media Asing RI Akan Hancurkan Stadion Kanjuruhan

Jakarta, CNN Indonesia

Jumlah media asing menyoroti keputusan pemerintah Indonesia untuk menghancurkan Stadion KanjuruhanMalang, pasca tragedi yang menewaskan 133 orang.

Media Amerika Serikat, CNNmenulis laporan dengan judul “Indonesia akan menghancurkan stadion sepak bola yang menewaskan lebih dari 130 orang” pada Selasa (18/10).

CNN Diberitakan, Presiden Joko Widodo membenarkan keputusan pembongkaran stadion tersebut usai bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Selasa sore.

“Stadion Kanjuruhan Malang akan kami bongkar dan dibangun kembali sesuai standar FIFA,” kata Jokowi saat konferensi pers.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan telah sepakat dengan FIFA untuk mengubah sistem manajemen olahraga di Indonesia.

“Dengan pengelolaan stadion, terutama yang berkaitan dengan fasilitas di stadion, seperti apa standarnya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Indonesia itu kemudian mengatakan, “Yang kedua, juga terkait dengan manajemen keamanan, manajemen keamanan juga akan kita bahas secara detail.”

media Australia, Canberra Times, melaporkan hal serupa. Media ini memuat pernyataan Infantino.

Dia menggarisbawahi bahwa prioritas utama FIFA adalah pemain dan penggemar sepak bola di Indonesia.

“Ini adalah negara sepakbola yang indah, negara di mana sepakbola menjadi daya tarik bagi lebih dari 100 juta orang,” kata Infantino.

Dia menekankan utangnya untuk menyediakan pertandingan yang aman bagi penggemar sepak bola.

Infantino juga mengatakan FIFA akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan persyaratan keselamatan dan keamanan stadion.

media singapura, Saluran Berita Asia dan The Straits Timesjuga melaporkan hal yang sama.

Mereka menyoroti pertemuan antara Jokowi dan Infantino setelah Indonesia dan FIFA sepakat membentuk tim gabungan untuk mengusut tragedi Kanjuruhan pada awal Oktober lalu.

[Gambas:Video CNN]

CNA juga membahas bahwa Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) telah merilis laporan yang menunjukkan penggunaan besar-besaran gas air mata sebagai penyebab kematian.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap tragedi itu, salah satunya adalah pintu keluar yang terkunci.

Keputusan direktur Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar pertandingan pada malam hari demi rating juga dinilai menjadi salah satu faktor penyebab tragedi tersebut.

TGIPF juga mengaku menemukan bukti bahwa rekaman CCTV selama satu jam setelah pertandingan telah dihapus.

Mereka meminta polisi untuk memberikan rekaman itu. Selain itu, tim juga meminta Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mundur.

Media asing memang terus mengikuti perkembangan setelah tragedi Kanjuruhan meletus pada 1 Oktober lalu.

Kerusuhan pecah saat penonton memasuki lapangan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

Polisi telah memblokir penonton. Ketika situasi semakin kacau, petugas menembakkan gas air mata, membuat panik massa dan memaksa mereka keluar dari stadion.

Akibat kejadian ini, 133 orang meninggal dunia.

(isa/memiliki)





Leave a Reply

Your email address will not be published.