Tekno  

Sukses Bantu Ukraina, Quantum-System Ingin Jadi Produsen Drone Terbaik di Eropa

Memuat…

Drone Quantum-System telah membantu Ukraina melawan invasi Rusia. Foto/Sistem Kuantum

JAKARTA – Perusahaan drone Jerman Quantum-System ingin menjadi produsen drone terbaik di Eropa. Salah satunya adalah dengan meniru cara kerja perusahaan mobil listrik paling terkenal saat ini, Tesla.

Nama Quantum-System di pasar drone memang tidak seterkenal DJI. Hanya saja, popularitas Quantum-System melejit saat berhasil memasok drone dalam jumlah banyak ke pemerintah Ukraina.

Drone buatan Quantum-System menawarkan teknologi canggih dan cara kerja yang sangat menarik untuk menyamai kemampuan tempur pasukan Rusia. Dalam situs resminya disebutkan bahwa drone buatan Quantum-System menggabungkan keunggulan pesawat terbang dan helikopter.

Selain itu, mereka juga berhasil membuat docking station yang memiliki fungsi ganda. Tidak hanya untuk mengisi ulang baterai, docking station juga dapat digunakan sebagai tempat menerbangkan drone buatan Quantum-System.

Baca juga: Ular Langit Tertangkap Kamera Merayap di Permukaan Matahari

Sukses Bantu Ukraina, Quantum-System Ingin Jadi Produsen Drone Terbaik di Eropa

Sehingga drone ini dapat bekerja lebih cepat dari drone lainnya. Ini sangat berguna bila digunakan di Ukraina.

“Kami telah berhasil memenuhi permintaan Ukraina dengan sistem kami. Inilah yang membuat kami mengalami perkembangan pesat dari yang kami perkirakan pada tahun 2022,” ujar Florian Seibel, CEO Quantum-System.

Drone buatan Sistem Kuantum yang digunakan oleh Ukraina dikenal sebagai Vector. Drone Vector ini memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter (VTOL). Bagian rotor di sayap (dua) dan rotor ekor di belakang (satu) bisa dimiringkan.

Baca juga: Elon Musk Janjikan Pembuat Konten Isyarat Twitter Lebih Besar dari YouTube

Drone dengan tiga motor listrik ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah, sehingga sulit diketahui lawan keberadaannya.

Vektor memiliki dimensi yang kompak, memiliki lebar sayap 2,8 m dan berat sekitar 7,4 kg. Drone bisa dilipat menjadi tas dan hanya bisa dibawa oleh satu tentara.

Vektor dapat digunakan hanya dalam dua menit. Mampu bertahan di udara selama 120 menit dan terbang dengan kecepatan maksimal 50 kilometer per jam.

Berbagai sensor optik dan inframerah (HD40-LV EO/IR & NightHawk2-UZ EO/IR) tersedia untuk muatan di kapsul observasi gimbal. Dapat mengumpulkan dan mengirimkan data secara langsung dan terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI).

(wsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.