Tekno  

Tandatangani Perpres TGIPF Kanjuruhan, Jokowi Jamin Keamanan Anggota Tim

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menandatangani Keputusan Presiden atau Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Insiden Stadion Kanjuruhan Malang atau Tragedi TGIPF Kanjuruhan. Saat bertugas, Presiden memberikan jaminan kepada seluruh jajaran tim gabungan untuk mengusut tuntas kejadian ini.

“TGIPF berhak mendapatkan jaminan keamanan dalam menjalankan tugasnya,” demikian bunyi diktum keenam dalam Keppres yang ditandatangani Jokowi pada Selasa, 4 Oktober 2022, tiga hari setelah tragedi itu.

Sebelumnya, 131 orang tewas dalam kerusuhan usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Pemerintah akhirnya mengumumkan hari ini pembentukan TGIF untuk merespons. terhadap kejadian tersebut.

Tim ini diberikan waktu maksimal 1 bulan untuk menyerahkan laporan akhir kepada Jokowi. Tim diberi dua tugas utama, yakni menemukan dan mengungkap fakta tentang tragedi tersebut serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pertandingan.

“Sebagai pedoman agar kejadian serupa tidak terjadi di pertandingan sepak bola lainnya,” bunyi diktum keempat.

Baca juga: Polisi Periksa 31 Anggota Tragedi Kanjuruhan Malang

Tim ini kemudian diberi empat kekuatan. Pertama, memanggil berbagai pihak yang mengetahui kejadian tersebut melalui aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta. Kedua, mengunjungi kantor dan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

Ketiga, meminta keterangan dan dokumen terkait tragedi ini. Keempat, melakukan hal-hal lain yang dianggap perlu sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk mengungkapkan kebenaran.

Adapun susunan tim yang telah diumumkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md beberapa hari lalu, sebagai berikut:

Ketua : Mahfud Md
Wakil Ketua : Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali
Sekretaris : Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang juga mantan Deputi III Kemenko Polhukam Nur Rochmad

Anggota:

1. Rhenald Kasali (Akademis)
2. Sumaryanto (Rektor Universitas Negeri Yogyakarta)
3. Akmal Marhali (Pengamat Olahraga yang juga koordinator Save Our Soccer)
4. Anton Sanjaya (Wartawan Olahraga Harian Kompas)
5. Nugroho Setiawan (mantan Manajer PSSI dengan Lisensi FIFA)
6. Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo (mantan Kepala BNPB)
7. Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketua 1 KONI)
8. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (mantan Wakapolda Kalbar)
9. Laode Muhammad Syarif (Kemitraan dan mantan Wakil Ketua KPK)
10. Kurniawan Dwi Yulianto (Mantan Pemain dan Striker Timnas/APPI)

5 Prajurit TNI Diperiksa

Di luar tim, proses hukum juga sedang berlangsung. Kemarin Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, sejauh ini sudah ada 5 prajurit yang diperiksa terkait Tragedi Kanjurugan karena sudah ada bukti permulaan. Empat orang mengaku telah melakukan kekerasan terhadap suporter Arema FC dan 1 orang lagi tidak mengakuinya.

Kemudian Andika meminta informasi kepada siapa saja yang memiliki video tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.