Tekno  

Tanggapan Klub atas Rencana Liga 1 Gunakan Format Gelembung

JawaPos.com-Klub-klub Liga 1 berharap kelanjutan kompetisi bisa digelar dalam keadaan normal. Permanen rumah-jauh dan penonton dapat hadir. Dengan format itu, persaingan akan semakin kompetitif. Dan, omzet bisnis bisa berjalan normal.

Namun, harapan tersebut tidak dapat terwujud. Setidaknya hingga putaran pertama Liga 1 musim ini selesai. PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana melanjutkan Liga 1 dengan format tersebut gelembung atau terpusat.

Lalu bagaimana tanggapan klub? Pelatih Persita Tangerang Angel Alfredo Vera adalah sosok yang sangat menginginkan Liga 1 digelar normal pasca tragedi Kanjuruhan.

Harapan bukan tanpa alasan. Sebelum kompetisi terhenti, performa Cisadane Warrior –julukan Persita– sangat bagus. Persita tak hanya bisa menang di kandang sendiri. Mereka juga bisa menang di kandang melawan tim lawan.

Namun, pelatih berpaspor Argentina itu bisa menerima bahwa Liga 1 berjalan dalam format terpusat.

“Menurut saya masih lebih baik rumah-jauh. Tapi, jika kompetisi saat ini berjalan menggunakan sistem gelembung, Saya pikir oke juga. Yang terpenting kompetisi bisa berjalan duluan. Soal ketidakhadiran suporter di stadion, kami alami musim lalu,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC Palembang itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat tadi malam.

Pelatih Persikabo 1973 Djadjang Nurdjaman sependapat dengan Alfredo. Menurut pria yang akrab disapa Djanur ini, jika format bubble bisa mengembalikan persaingan, pihaknya sangat mendukung.

Tidak apa pun. Yang terpenting Liga 1 tetap berjalan,” ujar mantan pelatih Persib Bandung itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat. “Sampai hari ini (kemarin, red) kami tetap berlatih meski kondisinya tidak menentu,” tambah Djanur.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Kombespol Sumardji menambahkan, rencana PT LIB menjalankan Liga 1 dalam format bubble sangat tepat. Langkah ini sangat ideal di tengah kondisi saat ini.

“Yang terpenting Liga 1 bisa segera dimainkan. Ini akan berdampak pada klub, pemain, dan sponsor. Jika Liga 1 tidak segera dimainkan, dampaknya akan luar biasa. Kalau berlarut-larut, lama-lama klub bisa kolaps,” kata mantan Kasubdit Registrasi dan Identifikasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu.

Sementara itu, kapten Persik Kediri Arthur Irawan memilih untuk tidak berpendapat terkait rencana PT LIB menggelar Liga 1 dengan format bubble. Saat ini, menurut Arthur, yang terpenting adalah izin polisi. Ia khawatir Liga 1 kembali absen pada 2 Desember.

“Jadi, sebaiknya saya menunggu hasil rapat koordinasi antara PT LIB dengan pihak kepolisian pada Senin (28/11) nanti,” kata mantan pemain PSS Sleman itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.