Tekno  

‘TGIPF Kanjuruhan Tragedi Jangan Buru-buru Bubar’ | Mahfud Md

TGIPF telah menyelesaikan tugasnya 14 Oktober lalu. Meski begitu, mereka diminta tidak terburu-buru membubarkan diri.

TGIPF telah menyelesaikan tugasnya 14 Oktober lalu. Meski begitu, mereka diminta tidak terburu-buru membubarkan diri.

Saran tersebut disampaikan pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, yang mengatakan bahwa TGIPFT tragedi Kanjuruhan masih perlu mengawal setiap poin rekomendasi tersebut guna mencapai tujuan pembentukan tim untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Telepon PSSI, telepon pemerintah, dan yang paling efektif telepon semua, duduk, ini rekomendasi kami. Misalnya, lebih baik jika manajemen

Baca lebih banyak:
olahraga »

Jokowi mengatakan tentang pemanggilan Kapolda kepada Kapolri ke Istana

Dalam agenda tersebut, Jokowi akan memberikan arahan langsung. Baca Selengkapnya >>

TGIPF Desak TNI dan Polri Selidiki tuntas Penembak Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan – Bola.netTim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) telah mengeluarkan rekomendasi atas temuan mereka tentang Tragedi Kanjuruhan.

TGIPF Minta Polisi Lakukan Investigasi Teliti |Republika OnlineTGIPF Kanjuruhan Tragedi telah merekonstruksi rekaman dari 32 CCTV selama penyelidikan

Mahfud MD Sebut Tugas TGIPF Selesai, Kesimpulan: Manajemen PSSI Harus Bertanggung Jawab – Pikiran-Rakyat.comMahfud MD menyatakan, tugas Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) telah selesai. PSSI adalah pihak yang bertanggung jawab untuk ini. Satuju bos, iriawan84 tinggalkan Kaprabon

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mengundurkan Diri, Jokowi Minta Polisi Lanjutkan Penyidikan – Pikiran-Rakyat.comPresiden Joko Widodo memerintahkan tugas penyidikan Kanjuruhan dialihkan ke Polri, karena penyidikan TGIPF ditutup.

TGIPF Rekomendasi Tragedi Kanjuruhan: Reformasi PSSI, Tunda Liga Hingga…Pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI. Namun, secara moral dan etika, Ketua Umum PSSI dan pengurus itu disebut-sebut sudah mengundurkan diri.

Merujuk hasil penyidikan TGIPF atas tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD menyebut ada potensi tersangka baru.Merujuk Hasil Pemeriksaan TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Sebut Ada Potensi Tersangka Baru TempoBola

telah menyelesaikan tugasnya 14 Oktober lalu. 3 dari 4 halaman Rekomendasi untuk Polri Langkah-langkah yang diambil oleh pimpinan kepolisian yang telah melakukan proses pidana dan tindakan administratif dengan memberhentikan sejumlah pejabat, telah menjawab beberapa harapan masyarakat dan patut diapresiasi. di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, secara resmi ditutup oleh Satuan Tugas Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF).

Meski begitu, mereka diminta tidak terburu-buru membubarkan diri. Usulan tersebut disampaikan oleh pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, yang mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan TGIPF masih perlu mengawal setiap poin rekomendasi tersebut demi tercapainya tujuan pembentukan tim untuk kemajuan sepak bola Indonesia.2. “Tim gabungan tidak boleh berhenti sampai di situ (memberikan rekomendasi). Penyelidikan dilakukan terhadap perwira Polri dan TNI serta pihak-pihak yang melakukan tindakan berlebihan dalam kerusuhan pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Tim gabungan harus mengomunikasikan rekomendasinya, Polri dan TNI juga perlu segera menindaklanjuti penyidikan terhadap oknum Polri dan TNI serta pihak-pihak yang melakukan tindakan berlebihan dalam kerusuhan pasca pertandingan Arema vs Persebaya pada 1 Oktober 2022, seperti memberikan gas air mata, menembakkan gas air mata ke penonton (stand) yang berdiri di depan penonton diduga dilakukan di luar komando, pengelola Stadion Kanjuruhan yang tidak memastikan semua pintu terbuka, Arema FC, dan PSSI yang tidak melakukan pengawasan keamanan dan kelancaran pertandingan Panggil PSSI, panggil pemerintah, dan yang paling efektif adalah memanggil semua orang, duduk bersama, inilah rekomendasi kami Baca juga: Kebakaran Besar di Bandung, Sebuah Pabrik plastik dilahap Jago Merah Meski penuh drama saling tuding, Mahfud MD dan TGIPF secara aklamasi telah menjatuhkan tanggung jawab kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sebagai kesimpulan akhir laporan mereka.

Misalnya manajemen harus bangga mengundurkan diri, pemerintahannya seperti ini, atur pertemuan, kemudian tercapai kompromi atau kesepakatan,” katanya. Melanjutkan proses penanganan masalah tindak pidana yang sedang ditangani, dan pihak lain (pihak yang melakukan tindakan berlebihan, serta yang memberikan gas air mata, menembakkan gas air mata ke penonton/stand yang diduga dilakukan di luar komando, pengelola stadion Kanjuruhan yang tidak menyerahkan kunci, suporter yang dinilai memprovokasi, siapa yang pertama kali masuk lapangan dan melemparkan suar, dan merusak mobil di dalamnya) yang memenuhi unsur pidana terkait kasus Kanjuruhan. Tragedi Kemanusiaan” (Berawal dari) pemberian gas air mata, menembakkan gas air mata ke penonton (stand) yang diduga dilakukan di luar komando, pengelola stadion Kanjuruhan yang tidak ensu Karena semua pintu terbuka, Arema FC dan PSSI tidak mengawasi keamanan dan kelancaran pertandingan,” tulis laporan TGIPF, Jumat (14/10/2022). GULIR IKLAN UNTUK MELANJUTKAN KONTEN Seperti diketahui, setidaknya ada beberapa rekomendasi dan kesimpulan dari TGIPF untuk PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Panitia Penyelenggara (Panpel), Aparat Keamanan, Aparat Keamanan, dan Suporter. Dari jumlah itu, TGIPF meminta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan seluruh anggota Pansus mengundurkan diri karena alasan tanggung jawab moral dan hukum. Hentikan penggunaan gas air mata di setiap pertandingan sepak bola yang ditangani PSSI. “Begitu ya Kak, lain kali kerja dulu. Sedangkan dalam proses penyidikan Tragedi Kanjuruhan, Polri diminta merekonstruksi peristiwa penembakan gas air mata. Hasil rekomendasinya sudah lengkap, sebut semua pihak yang terkait. dianggap terlibat, menyampaikan rekomendasinya, kemudian meminta persetujuan dari mereka.Melakukan otopsi terhadap pasien yang meninggal dengan ciri-ciri diduga akibat gas air mata, untuk mengetahui faktor penyebab kematian.

Setelah kesepakatan tercapai, tim gabungan boleh meninggalkan arena, menyerahkan pekerjaannya kepada tim transformasi karena tim ini berbeda dengan serikat pekerja,” kata pria yang akrab disapa Bung Kus itu. Baca juga: Dituntut Pertanggungjawaban Moral, PSSI Butuh Kesadaran Harus Mundur “Kalau tim gabungan hanya mengeluarkan rekomendasi, kata tim transformasi, ini namanya memberi pekerjaan rumah. Memastikan kesiapan keamanan secara menyeluruh dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Namun, TGIPF menilai tindakan ini juga perlu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pejabat Polri yang menandatangani surat rekomendasi izin keramaian No: Rek/000089/IX/YAN. PR yang belum tentu bisa kita lakukan. Jadi jangan membuat rekomendasi dan terus selesai.. Apa gunanya? rekomendasi yang harus ditindaklanjuti. BACA JUGA: Ikuti Analisis Berita Analisis Berita Isu Terbaru dari Perspektif Republika.

" “Jadi saran saya Pak Mahfud dkk jangan bubar. Lanjutkan dengan komunikasi dengan memaksa semua pihak duduk bersama, lalu buat kesepakatan yang merupakan kompromi untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Itu namanya saja selesai, " kata Kusnaeni. “Kalau sekarang (berhenti) joint team work jadi lumayan, saya kira hanya membuat rekomendasi, saya bahkan tidak perlu turun ke lapangan ‘bisa’,” tegas Kusnaeni. Setelah mendapatkan kesepakatan dan ada langkah konkrit dari pertemuan semua pihak, kata Kusnaeni, maka kerja tim transformasi sepakbola bisa dilanjutkan.

Dengan demikian, akan terlihat bagaimana perubahan dalam sepak bola yang diinginkan. “Jadi sekali lagi jangan buru-buru bubar Pak Mahfud. Kumpulkan tim gabungan lagi, kerjakan sedikit lagi, kumpulkan pihak-pihak yang mendapat rekomendasi, ajukan rekomendasinya, minta komitmennya, komitmen apa dari rekomendasi ini yang bisa dilaksanakan, mana yang tidak. Jadi apa komprominya? Buat kesepakatan, ada kompromi di sana, dan solusi tercapai. Nah, solusi itu yang mengawal tim transformasi, “kata Kusnaeni.

Baca juga: .

Leave a Reply

Your email address will not be published.