Tekno  

TGIPF Pertajam Rekomendasi Tragedi Kanjuruhan Sebelum Diserahkan ke Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjelaskan, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) akan memberikan rekomendasi terkait tragedi Kanjuruhan kepada Presiden Jokowi pada Jumat besok. Mahfud adalah Kepala TGIPF dan telah melakukan penyelidikan sejak awal Oktober 2022.

“Saya sampaikan bahwa kami dari TGIPF siap untuk menyampaikan laporan pada hari Jumat lusa. Sekarang semua materi sudah dimiliki oleh TGIPF, tinggal di rumah saja.struktur sistematis dan pertajam rekomendasinya,” kata Mahfud MD di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Oktober 2022.

Mahfud menjelaskan, saat ini TGIPF sudah memiliki semua materi dari penyidikan tragedi yang merenggut nyawa 132 orang itu. Namun, saat ditanya soal bocoran rekomendasi tersebut, Mahfud enggan membeberkannya ke media.

“Saya belum bisa sampaikan sebelum saya sampaikan ke Presiden hari Jumat. Tapi beberapa langkah awal yang sudah dilakukan pemerintah, saya rasa tidak perlu saya umumkan,” kata mantan Hakim Konstitusi itu.

Sebelumnya, tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Dalam pertandingan itu tuan rumah Arema FC kalah 2-3. Kekalahan tersebut membuat beberapa suporter turun dan masuk ke dalam lapangan. Aparat keamanan dari Polri dan TNI kemudian menghalau para pendukung yang masuk ke lapangan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke arah penonton. Akibatnya, massa menjadi kacau-balau menuju satu titik keluar. Banyak yang tewas karena terinjak-injak massa yang berebut keluar dari stadion.

Awalnya, korban tewas dilaporkan sebanyak 125 orang. Namun, setelah dua minggu berlalu, terdapat 7 korban kritis yang meninggal dunia dalam perawatan, sehingga jumlahnya menjadi 132 orang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Tersangka utama adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita selaku penyelenggara acara Liga 1 Indonesia.

Lima tersangka lainnya antara lain Kapolres Malang Wahyu SS, Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH, Satpam berinisial SS, Danki 3 Brimob Polda Jatim berinisial H. dan Kasat Samapta Polres Malang berinisial TSA.

M JULNIS FIRMANSYAH

Baca: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Md: Lempar Tanggung Jawab Atas Bukti Kisruh Penyelenggaraan Sepak Bola Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published.