Tekno  

Tingkatkan Kapasitas Listrik, PGE Butuh Tambahan Dana Rp 11,2 Triliun

NUSA DUA, KOMPAS.com – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mempercepat penggunaan energi panas bumi untuk mencapai ambisi menjadikan Indonesia sebagai gardu listrik dunia.

Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto mengatakan, salah satu yang akan dilakukan perseroan adalah menambah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan teknologi biner. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembangkit listrik sebesar 210 MW.

Binary adalah teknologi yang memungkinkan air panas yang keluar dapat digunakan untuk menghasilkan listrik sebelum air panas tersebut disuntikkan kembali ke dalam bumi.

Baca juga: Dukung Percepatan Transisi Energi G20, PGE Inisiasi Proyek Teknologi Panas Bumi

“Kami akan mengembangkan wilayah kerja panas bumi kami untuk mendukung percepatan bauran energi terbarukan dengan fokus pengembangan panas bumi di daerah yang sudah beroperasi. Kita akan kembangkan bersama BUMN lain seperti PLN,” ujarnya dalam Konferensi Internasional BUMN pekan ini.

Ahmad Yuniarto mengatakan penggunaan teknologi biner juga akan memungkinkan belanja modal untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi menjadi lebih efisien.

“Kami memperkirakan dibutuhkan 730 dolar AS untuk menambah kapasitas listrik sebesar 260 MW dengan teknologi biner ini,” lanjutnya.

Jumlah ini setara dengan Rp. 11,2 triliun (kurs Rp 15.400 per dolar AS). Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini, PGE akan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan dan menjalin kemitraan strategis (kemitraan strategis).

Dalam hal pendanaan, PGE sejauh ini telah menerima komitmen fasilitas pembiayaan dari Japan Japan International Cooperation Agency (JICA), Bank Dunia, dan sumber lainnya.

Baca juga: PGE Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Sedangkan melalui kemitraan strategis, perseroan diharapkan mampu menambah kapasitas pembangkit menjadi 600 MW dalam 5 tahun ke depan.

Hingga saat ini, kapasitas pembangkit PGE telah mencapai 672 MW, dengan rincian Lahendong, Sulawesi Utara (120 MW), Kamojang Jawa Barat (235 MW), Ulubelu Lampung (220 MW), Karaha Jawa Barat (30 MW), Lumut Balai Sumsel (55 MW). ) dan Sibayak Sumatera Utara (12 MW).


Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Kompas.com. Jom join grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.