Tekno  

Transformasi Harus Jelas | Berita Malang Hari Ini | Malang Posco Media

Besok, Presiden Jokowi dan Presiden FIFA akan membahas sepak bola

MALANG POSCO MEDIA- Jika tidak ada perubahan jadwal, Presiden FIFA Gianni Infantino tiba di Jakarta, Selasa (18/10) besok. Konsep transformasi sepakbola Indonesia pun dimulai. Namun, pembahasannya harus jelas. (baca grafik)

Rencana kedatangan Presiden FIFA ke Indonesia itu disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Itu setelah Tragedi Kanjuruhan.

Sebelumnya, delegasi FIFA sudah tiba di Jakarta sejak pekan lalu. Seperti Niko Nhouvannasak dan Chen Jun dari FIFA Regional Office for Southeast Asia and East Asia, serta Serge Dumortier sebagai FIFA Head of Safety and Security. Sedangkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah Shin Man Gil (Wakil Sekretaris Jenderal dan Direktur Eksekutif Divisi Kompetisi AFC), Dato Dell Akbar (Wakil Ketua Satgas Keamanan Keamanan) yang juga mantan Kapolres Kuala Lumpur, Ravi Kumar (Direktur Komunikasi). ) dan Brian Johnson (Kepala Keselamatan dan Keamanan).

Pengamat sepakbola dari UMM Yunan Syaifullah mengatakan, rencana transformasi sepakbola harus jelas. “Transformasi sepakbola seperti apa? Harus jelas,” ujarnya.

Menurutnya, jika berbicara tentang organisasi (PSSI), prinsip dasar sepak bola harus berkarakter Indonesia. Padahal, menurut dia, apa yang direkomendasikan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) sudah jelas dengan 14 rekomendasinya. Rekomendasi tersebut juga menyerukan pembenahan dan renovasi stadion dimulai dari Stadion Kanjuruhan.

Ia menegaskan, jauh sebelum rekomendasi TGIPF disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, seharusnya PSSI melakukan reformasi.

“Bagi saya, selain Tragedi Kanjuruhan (topik), PSSI seharusnya meningkat. Jauh sebelum ada masalah. Jangan hanya karena ada tekanan publik dan fakta yang ditemukan dari TGIPF terkait dengan Tragedi Kanjuruhan,” ujarnya.

“Negara sudah memilih jalan tengah terbaik agar sepak bola tidak dihentikan, jadi ada komunikasi dengan FIFA dan mereka datang ke Indonesia dalam rangka ‘coaching clinic’ organisasi (PSSI) dalam bahasa yang lembut. FIFA berkompromi untuk mendampingi PSSI,” ujarnya.

Di sisi lain, utusan FIFA telah menggelar pertemuan dengan PSSI dan perwakilan pemerintah. Ketua Umum PSSI M Iriawan mengatakan dengan bantuan FIFA dan AFC, serta pemerintah, disepakati pembentukan gugus tugas. Tujuannya adalah untuk mengubah sepak bola di Indonesia. Ada beberapa hal yang akan dibenahi, seperti keamanan publik, infrastruktur stadion, dengan tujuan untuk memajukan sepak bola di Indonesia.

Menurutnya, pertemuan awal dan kemudian inisiasi pendampingan dari bentuk transformasi untuk sepak bola Indonesia. “Pertemuan ini merupakan inisiasi bantuan untuk mentransformasi dan memajukan sepak bola Indonesia. Apalagi dengan kehadiran dan dukungan para pakar keselamatan dan keamanan dari FIFA dan AFC,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ibul ini mengatakan jika disepakati akan dibentuk Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia. Anggotanya mulai dari PSSI, pemerintah Indonesia, dengan bantuan FIFA dan AFC. “Kami telah sepakat untuk membentuk gugus tugas yang terdiri dari anggota atau perwakilan khusus dari PSSI dan pemerintah Indonesia dengan dukungan FIFA dan AFC untuk transformasi sepakbola Indonesia serta peningkatan kapasitas untuk keamanan publik. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Dikatakannya, selain mendapat bantuan dari FIFA dan AFC mengenai keahlian khusus mereka di bidang keselamatan dan keamanan serta infrastruktur stadion, mereka juga memberikan bantuan kepada PSSI untuk mendapatkan kepercayaan publik terhadap sepak bola Indonesia. Hal ini diperkuat dengan perwakilan FIFA dan AFC yang datang memang memiliki posisi dan keahlian di bidang keamanan dan keselamatan. Mereka mulai menggali informasi tentang kondisi sepak bola di Indonesia di tengah Tragedi Kanjuruhan.

Ia menambahkan, pada 28 Oktober lalu, diluncurkan program FIFA Football for School di Jakarta.

Sementara itu, Koordinator Proyek Pengembangan FIFA Niko Nhouvannasak mengatakan FIFA telah mengerahkan para ahlinya untuk membantu PSSI dalam membuat rencana aksi. “FIFA, AFC, dan PSSI kami bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan semua orang di Indonesia dapat menikmati sepak bola dengan cara terbaik. FIFA dan AFC ada di sini, bersama PSSI, untuk memastikan dukungan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan,” katanya.

Saat ini FIFA masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sepak bola Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, FIFA kemudian akan mengadakan pertemuan untuk menghasilkan action plan dengan timeline yang konkrit untuk memastikan pelaksanaan kompetisi tersebut.

Ia mengisyaratkan salah satu fokus FIFA adalah mengembalikan kompetisi sepak bola nasional yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, Niko memastikan Piala Dunia U-20 2023 tetap berlangsung di Indonesia sesuai jadwal.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan semua informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan informasi itu kami akan mengadakan pertemuan untuk menyusun rencana kerja dengan timeline yang jelas, untuk mendorong liga kembali beraksi di masa depan. Kami akan memastikan U- 20 Piala Dunia di Indonesia tahun depan,” tambahnya.

FIFA akan dibantu oleh AFC sebagai badan sepak bola tertinggi Asia yang membawahi Indonesia. FIFA juga memastikan bahwa prosedur tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, dalam surat FIFA yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, ada lima poin yang perlu diperbaiki. Pertama, terkait stadion sesuai standar dan arahan FIFA, kemudian SOP penanganan keamanan, pelibatan pihak terkait (suporter, klub, dan lain-lain). Kemudian soal jadwal pertandingan, dan Indonesia diminta mempelajari bagaimana negara lain pandai mengelola dan menyelenggarakan sepakbola. (li/van)

Leave a Reply

Your email address will not be published.