Tekno  

Transformasi Tingkatkan Kontribusi Pupuk untuk Negeri

Transformasi merupakan bagian dari upaya Pupuk Indonesia untuk mendorong pertumbuhan perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketidakpastian perekonomian dunia memaksa dunia usaha, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk cepat beradaptasi. Salah satu upaya yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir adalah transformasi. Terbukti, selama tiga tahun Erick Thohir menginstruksikan BUMN untuk berinovasi dan bertransformasi membawa BUMN dalam kondisi keuangan yang sehat.


Erick mengungkapkan, kinerja laba konsolidasi BUMN meningkat signifikan dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 125 triliun pada 2021. Transformasi yang dilakukan orang nomor satu di Kementerian BUMN itu adalah mengutamakan efisiensi dan memperbaiki model bisnis. Hal ini juga membuat kontribusi BUMN terhadap negara meningkat signifikan.


PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi salah satu BUMN yang segera melakukan transformasi sesuai instruksi Menteri BUMN. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, transformasi Pupuk Indonesia membuat perusahaan semakin dekat dengan pelanggan, dengan fokus pada digitalisasi, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pengembangan industri hijau.


“Transformasi ini merupakan bagian dari upaya Pupuk Indonesia untuk mendorong pertumbuhan perusahaan,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, dalam siaran persnya, Sabtu (15/10/2022).


Dalam upaya menjadi perusahaan yang lebih dekat dengan pelanggan, Pupuk Indonesia mengembangkan program kios komersial agar pelanggan lebih mudah mendapatkan produk-produk perusahaan, termasuk pupuk non subsidi. Pupuk Indonesia juga menerapkan sistem digital yang memudahkan kios dalam melakukan transaksi. Pupuk Indonesia mempersembahkan Sistem Manajemen Ritel (RMS) atau yang dikenal dengan aplikasi Peer. Sistem digital ini merupakan terobosan inovatif yang dapat meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam jaringan distributor dan kios. Aplikasi Mitra memudahkan petani dalam melakukan penukaran pupuk di kios, selain itu aplikasi Mitra juga dapat mempermudah dan mempercepat kios dalam melakukan proses penjualan, baik ritel bersubsidi maupun komersial.


Selain itu, Pupuk Indonesia juga memperkuat jaringan distribusi melalui sistem digital bernama Sistem Pusat Perencanaan Distribusi (DPK). Sistem digital ini mampu memantau pendistribusian atau pendistribusian pupuk secara real time. DPCS juga akan menyajikan data penjualan, alokasi pupuk bersubsidi di daerah, kapasitas gudang, informasi distributor, kios, hingga kontak staf distribusi dan pemasaran.


Dalam bertransformasi, Pupuk Indonesia juga memberikan pendampingan kepada petani dalam rangka meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani melalui Program Sejahtera. Program ini merupakan hasil kerjasama BUMN khususnya klaster pupuk dan pangan dengan ketua ID FOOD Kantor Manajemen proyek (PMO) Program Sejahtera. Program Sejahtera menyediakan pendampingan teknis di pertanian dan di luar pertanian. Kontrol di pertanian terdiri dari agro memasukkan seperti pupuk, benih, pestisida. Kemudian ada juga dukungan analisis tanah, rekomendasi pemupukan, pendampingan agronomi dan budidaya, hingga penerapan teknologi pertanian.


Sedangkan off-farm, petani mendapatkan kontrol berupa akses permodalan (kredit usaha rakyat hingga pembiayaan distributor), perlindungan risiko pertanian (asuransi), dukungan perizinan dan pembinaan dari pemerintah daerah, jaminan bagi pembeli hasil panen (pengambil alih) dengan harga bersaing, memberikan pelatihan petani, untuk pembangunan kapasitas.


Transformasi Pupuk Indonesia ditandai dengan sentralisasi memegang yang mengubah perusahaan menjadi aktivis memegang daripada sebelumnya kepemilikan strategis. Dalam perjalanannya, perusahaan telah menerapkan lima pilar, yaitu fokus pelanggan, fokus penelitian dan inovasi, keunggulan operasi dan rantai pasokan, optimalisasi dan keamanan bahan baku, serta keberlanjutan perusahaan dan ekonomi sirkular.


Pupuk Indonesia juga mendukung pemerintah dalam menggalakkan program transisi energi untuk mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan amoniak biru dan amoniak hijau.


Transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia pun membuahkan hasil, perusahaan mampu bertahan di tengah perekonomian nasional yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19 dan perang geopolitik antara Rusia dan Ukraina.


“Dengan transformasi tersebut, kami pernah menjadi produsen pupuk dan petrokimia menjadi perusahaan yang mengusung visi nutrisi tanaman dan solusi pertanian. Sekarang kami adalah mitra untuk sektor pertanian sehingga kami akan melayaniujar Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky.

Leave a Reply

Your email address will not be published.