Tekno  

Tren disrupsi ini dapat mengubah kehidupan manusia di masa depan

Jakarta (ANTARA) – Mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011-2014, Gita Wirjawan memaparkan sejumlah tren disrupsi yang akan mengubah kehidupan manusia di masa depan, mulai dari pembayaran digital hingga rekayasa genetika.

“Kami melihat ada beberapa tren yang cukup mengganggu dan perlu diperhatikan dan akan sangat mengubah tidak hanya kehidupan tetapi kehidupan umat manusia di masa depan,” kata Gita dalam paparannya di acara Telkom CX Summit 2022 yang diikuti oleh maya, Rabu.

Baca juga: Telkom Percepat Digitalisasi Sekolah dengan Program Guru Unggul

Tren yang dimaksud meliputi jumlah modal dan energi yang dapat dimanfaatkan di masa depan. Gita menyebut modal yang tersedia cukup besar.

Namun sayang modalnya masih berada di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, China, dan Jepang dengan nilai hingga 100 triliun dollar AS.

Selain itu, ada juga energi yang berasal dari tenaga surya yang dapat dimanfaatkan di masa depan. Saat ini telah ada teknologi yang dapat menyerap dan menyimpan energi tersebut secara efektif dan efisien.

“Kita tinggal menunggu teknologinya mampu mendistribusikan energi yang diserap dan disimpan dengan lebih baik,” ujarnya.

Tren disrupsi berikutnya adalah di sektor keuangan. Gita mengatakan saat ini sektor tersebut sudah banyak disentuh oleh inovasi dan teknologi yang semakin maju yang memiliki potensi besar di masa depan.

Ia mencontohkan China yang berhasil tumbuh dengan pembayaran digital. Tahun lalu, kata dia, jumlah pembayaran digital yang terjadi di China mencapai 60 triliun dolar AS, sedangkan di Indonesia hanya sekitar 100 miliar dolar AS.

“Ini menggambarkan betapa kita masih tertinggal dari China namun seberapa besar peluang di layanan keuangan ke depan yang dapat disentuh dengan inovasi teknologi yang semakin maju,” kata Gita.

Tren selanjutnya adalah kecerdasan buatan dan rekayasa genetika. Mengenai rekayasa genetika, Gita mengatakan dengan melakukan modifikasi genetik, memungkinkan manusia dapat meningkatkan kecerdasan, menyembuhkan berbagai penyakit, dan memperpanjang usia di masa depan.

Tren terakhir adalah pertemuan antara kecerdasan buatan dan kecerdasan biologis, yang diyakini Gita dapat melahirkan hal-hal luar biasa di masa depan.

“Mungkin dalam 20 hingga 30 tahun ke depan kecerdasan manusia bisa meningkat tidak hanya ratusan kali tapi ribuan kali lipat, jika simpang tersebut bisa dikendalikan, dirawat, dan dibina dengan bijak,” kata Gita.

“Tentu ini sangat membutuhkan wacana multidimensi yang melibatkan unsur budaya, unsur sosial, ekonomi, teknologi, spiritualitas, agama, dan lain-lain,” imbuhnya.

Baca juga: Erick Minta BUMN Jadikan Pelanggan Sebagai Pertimbangan Utama Keputusan Bisnis

Baca juga: Telkom Kembali Gelar Konferensi CX Summit 2022

Baca juga: Telkom University Percepat Realisasi Kampus Digital

Reporter: Fathur Rochman
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.